Sabtu, 14 April 2018

A Novel Review: All the Bright Places by Jennifer Niven

Writer: Jennifer Niven
Pages: 392 pages
Published: January 2015

Synopsis:
Theodore Finch is fascinated by death. Every day he thinks of ways he might die, but every day he also searches for-and manages to find-something to keep him here, and alive, and awake.

Violet Markey lives for the future, counting the days until graduation, when she can escape her small Indiana town and her aching grief in the wake of her sister's death.

When Finch and Violet meet on the ledge of the bell tower at school-six stories above the ground-it's unclear who saves whom. And when the unlikely pair teams up on a class project to discover the "natural wonders" of their state, they go, as Finch says, where the road takes them: the grand, the small, the bizarre, the beautiful, the ugly, the surprising-just like life.

Soon, it's only with Violet that Finch can be himself- a bold, funny, live-out-loud guy, who's not such a freak after all. And it's only with Finch that Violet forgets to count away the days and starts living them. But as Violet's world grows, Finch's begins to shrink.

This is a heart-wrenching, unflinching story of love shared, life lived, and two teens who find one another while standing on the edge.
---

Based on the synopsis, the story revolves around Theodore and Violet. For some reasons, the two met under circumstances that make the readers, like me for instance, is sure that they're meant for each other. The story of how Markley saved Finch which in reality is the opposite spreads like wildfire in her school and soon people started to call Markley 'hero' and Theodore a 'freak'. Finch then becomes interested in Violet and decided to do a project with her. And voila, it's the start of their love story.

I was tempted to read this book by the short description it gives at the back. So I thought to myself, why not try reading it? Let me be honest for a second, I thought that this book is progressing really slow and I guess that's not my cup of tea, but when I reach page 50 and above, I started to see the magic of this book. I was blind at first not to see how great this book is and I'm not even exaggerating.

The plot is not your average romance because it contains deeper meanings about life and how to deal with your past. It's not about two teenagers who kind of save each other by instantly fell in love with each other, but how these two deal with their own matters by helping each other. Besides that, this book subconciously tells your brain to start on your adventure on anything. The book simply tells you not to be afraid on taking risks, and most importantly on how to deal with your past.

This book is definitely recommended for those who like romance/adventure/life novel. A really great book to read and spend your afternoon because it doesn't require that much time. More importantly, this book is also about concerning matters revolving around teens now: suicidal attempts, (possible) mental illness(es), abusive environment, etc.

Moreover, this book has definitely opened my eyes as a teenager to stop being ignorant to these matters and try to do something to prevent the number of victims from increasing.
SHOUT OUT TO JENNIFER NIVEN FOR THIS AMAZING BOOK.
Ratings: 4.5/5
🔥🔥🔥🔥


Jumat, 02 Desember 2016

Review Novel Melbourne: Rewind Karya Winna Efendi

Kaver lama
Kaver baru

Penulis: Winna Efendi
Tebal: 340 halaman
Terbit: Juni 2013 (cet. pertama)
            2013 (cet. ketiga)
            Okt. 2016 (kaver film)
Penerbit: GagasMedia
Harga: Rp. 55.200 (bukabuku)
Label: Setiap Tempat Punya Cerita
                                                                              ***
Pembaca tersayang,

Kehangatan Melbourne membawa siapa pun untuk bahagia.

Winna Efendi menceritakan potongan cerita cinta dari Benua Australia, semanis karya-karya sebelumnya: Ai, Refrain, Unforgettable, Remember When, dan Truth or Dare.

Seperti kali ini, Winna menulis tentang masa lalu, jatuh cinta, dan kehilangan.

Max dan Laura dulu pernah saling jatuh cinta, bertemu lagi dalam satu celah waktu. Cerita Max dan Laura pun bergulir di sebuah bar terpencil di daerah West Melbourne. Keduanya bertanya-tanya tentang perasaan satu sama lain. Bermain-main dengan keputusan, kenangan, dan kesempatan. Mempertaruhkan hati di atas harapan yang sebenarnya kurang pasti.

Setiap tempat punya cerita.

Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari Melbourne bersama pilihan lagu-lagu kenangan Max dan Laura.

Enjoy the journey,
Editor
                                                                           ***
Dulu, Max dan Laura memiliki kisah di Melbourne University. Pertemuan pertama mereka pun tidak seperti cerita awal drama yang berbunga-bunga, bukan juga love-hate relationship. Semuanya dimulai oleh benda kesayangan Laura yang hilang, walkman. Cecily atau Cee, sahabat Laura, juga mengetahui masa lalu mereka berdua. Putusnya hubungan Max dan Laura karena pandangan mereka yang berbeda akan ambisi. Max tahu bahwa dia akan selalu bersama dengan cahayanya, namun Laura tidak mengetahui masa depannya.

Kembalinya Max di hadapan Laura membuat mereka kembali menyorot balik masa lalu mereka, di saat seseorang datang dalam wujud dokter hewan yang menjadi sosok spesial bagi Cee. Dokter tersebut ialah Evan. Ini adalah cerita tentang masa lalu, apakah kamu berani untuk berjalan ke masa depan atau kembali dengan masa lalumu yang penuh kenangan?

Kamis, 01 Desember 2016

Review Novel A: Aku, Benci & Cinta Karya Wulanfadi




Penulis: Wulanfadi
Tebal: 456 halaman
Terbit: November 2015 (cet. pertama)
            Februari 2016 (cet. keempat)
Penerbit: Best Media
Harga: Rp. 71.200 (bukabuku)
                                                                                ***
Ini cerita tentang Alvaro Radyana. Si Cassanova terpopuler di SMA National High. Juga Ketua OSIS yang dikagumi oleh banyak orang.

Alvaro yang 'Segalanya'.

Ini juga cerita tentang Anggia Serenia Quinindha. Si Rajin dari yang paling rajin di SMA National High. Sayangnya dia Wakil Ketua OSIS, padahal bukan itu posisi yang ia mau.

Anggia yang 'Perfeksionis'.

Alvaro menganggap Anggia lelucon, tapi Anggia selalu menganggap Alvaro rival.

Tapi, pandangan itu berubah saat Alvaro memiliki kesempatan untuk mengenal Anggia lebih jauh. Dan rasa itu tumbuh pada Alvaro sejak Anggia mengenal Alexander, teman masa kecilnya. Perasaan aneh yang seharusnya Alvaro rasakan hanya pada cinta pertamanya, Athala.

Saat masa depan membuka kesempatan baru, apa Alvaro akan mengambilnya?

                                                                                 ***
Anggia tidak menyukai Alvaro dari segala sisi. Pertama, Alvaro disukai oleh semua siswa/i di SMA National High sedangkan Anggia tidak. Kedua, Alvaro memiliki jabatan yang sudah lama diincar Anggia: Ketua OSIS. Ketiga, Alvaro mahir dalam seni musik sedangkan Anggia harus berjuang keras agar nilainya tidak menjadi merah di rapor nanti. Masih banyak lagi hal yang tidak disukai Anggia pada Alvaro.

Agar nilainya tidak kebakaran, guru seni Anggia meminta dirinya untuk belajar musik dengan Alvaro. Anggia menolaknya dengan sangat tegas, sedangkan pihak yang diminta biasa-biasa saja. Akhirnya setelah pergulatan batin, Anggia meminta Alvaro untuk mengajarinya bermain gitar. Selama proses tersebut, Anggia menyadari bahwa Alvaro tidak seburuk yang dikiranya. Apalagi perlakuannya kepada Anggia yang membuatnya mulai berpikir sekali lagi.

Saat itu, Anggia juga berkenalan dengan Alex. Ternyata Alex kenal dengan Alvaro. Segalanya semakin rumit ketika Anggia mengetahui keberadaan Athala di saat dia mulai memiliki perasaan pada Alvaro. Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah Alvaro akan menjalani masa depannya dengan Anggia atau Athala? Lalu, bagaimana dengan perasaan Alex sendiri?

Jumat, 10 Juni 2016

[BOOK GIVEAWAY] Review Novel Look at Me Please Karya Sofi Meloni


Penulis: Sofi Meloni
Tebal: 304 halaman
Terbit: 23 Mei 2016
Penerbit: Elex Media Komputindo
Harga: Rp. 59.800
Label: CityLite
                                                                                ***
Mencintai berarti merelakan orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain?

Omong kosong!

Cinta itu tidak melulu soal merelakan, namun juga soal perjuangan.

Bodoh namanya jika aku merelakan kamu - yang jelas-jelas pernah mencintaiku - demi wanita yang diam-diam sudah menusukku dari belakang.

Delapan tahun aku hidup dalam sebuah kebohongan yang mengatasnamakan persahabatan.

Aku bukan malaikat.

Aku juga bukan orang suci yang bisa pasrah dan menerima begitu saja apa yang telah terjadi sebelumnya.

Kini tiba saatnya untuk aku memperjuangkan kembali kelanjutan cerita di antara kita.
Kamu harus sadar bahwa aku juga ada di sini menunggumu sadar, bahwa ada akhir bahagia untuk cerita kita.

We can have our happy ending, so look at me, please. 

Laras
                                                                              ***
Laras pernah memiliki hubungan dengan Gerry. Gerry berpacaran dengan Lily. Lily adalah sahabat Laras. Semuanya berada di dalam lingkaran setan yang mengatasnamakan persahabatan dan cinta.

Laras masih memiliki perasaan kepada Gerry dan hal sebaliknya pun dipercayai oleh Laras. Namun, keberadaan Lily dipercayai mengganggu 'cerita' bahagia milik Laras dan Gerry. Ketika Laras mencoba memperjuangkan 'rasa' antara dirinya dengan Gerry, Laras terpaksa hidup dalam kebohongan yang mengatasnamakan persahabatannya dengan Lily.

Laras yang mencoba untuk kembali mempertahankan hubungannya dengan Gerry tiba-tiba diusik dengan keberadaan Remy. Apa alasan Remy mengusik Laras di setiap kesempatan yang mereka miliki? Sampai suatu kejadian yang membuat Laras menyadari, apakah benar ia masih memiliki perasaan kepada Gerry? Lalu, kebohongan apa yang menyebabkan mereka semua berada dalam satu lingkaran yang tidak bisa terpisahkan?
                                                                                ***

Review Novel Pulang Karya Tere Liye

Penulis: Tere Liye
Tebal: 404 halaman
Terbit: 16 September 2015 (Cetakan pertama)
             Februari 2016 (Cetakan ketiga belas)
Penerbit: Republika
Harga: Rp. 65.000
                                                                                ***
"Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya."

Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.
                                                                                ***
Bujang, seorang pria berumur 35 tahun, bekerja sebagai tukang pukul dan cendekiawan di keluarga Tong. Keluarga yang ditakuti oleh semua penduduk di Sumatera. 20 tahun yang lalu, sebuah kejadian membuat Bujang akhirnya bergabung dengan keluarga Tong. Sekarang, Bujang yang berusia 35 tahun sudah mendapat nama di dunia black economy, istilah yang digunakan untuk dunia ekonomi yang melegalkan bisnis yang sebenarnya ilegal.

Bujang suka mengintimidasi pihak lawannya dengan cara pintarnya walaupun tidak memakai kekerasan. Sejak pindahannya ke keluarga Tong, Bujang diperintahkan untuk menjadi orang pintar dan bukan menjadi tukang pukul, tapi tekadnya untuk belajar menjadi satu akhirnya diperbolehkan walau akhirnya jarang digunakan olehnya untuk melawan pihak oposisinya.

Sampai suatu hari, setelah kepulangannya dari suatu misi, seseorang membuat rencana yang dapat membuat keluarga Tong runtuh. Siapakah orang tersebut? Apa alasannya menghancurkan keluarga Tong? Buku ini membuktikan bahwa masa lalu akan selalu berhubungan dengan masa depan pihak yang berkaitan.