Jumat, 18 Desember 2015

Review Novel Coppelia Karya Novellina A.

Penulis: Novellina A.
Tebal: 192 halaman
Terbit: 9 Juli 2015 (Cetakan pertama)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp. 45.000
Label: Metropop
                                                                        ***
Sejak kecil Oliver sudah jatuh cinta pada Nefertiti yang aneh. Namun, tetangga depan rumah sekaligus teman sekelasnya itu tiba-tiba menghilang. Oliver ditinggalkan sebelum sempat membuat gadis itu mengingat namanya.

Sampai ke Jerman, Oliver mencari cinta pertamanya. Hingga akhirnya mereka bertemu. Tetapi, keadaan telah berubah. Nefertiti bukan lagi gadis yang dulu. Penari balet itu terluka sangat dalam dan menggangap cinta sebagai rasa asing yang terlalu mewah untuk ia miliki.

Akankah cinta menemukan jalannya, atau Nefertiti tidak akan dapat meloloskan diri dari masa lalunya yang begitu dingin... sedingin kisah boneka Coppelia yang begitu dicintai ibunya.
                                                                           ***
Masa waktu visa Nefertiti di Yunani sudah hampir habis. Waktunya untuk kembali ke negara yang tidak terlalu disukainya karena menyimpan banyak kenangan yang pahit. Melihat bahwa kakak tirinya yang sedang berada di Berlin, ia mengambil kesempatan agar setidaknya tidak bertemu dengan ayah dan ibu tirinya di tanah air. Ia juga tidak ingin balik ke Jerman, tempat dia menghabiskan waktunya menari balet.

Di tanah air, Oliver sedang mencari Nefertiti, gadis yang telah ia cintai sejak SMA. Ia sengaja ke Jerman untuk mencari Nefertiti yang kabarnya berada di negeri tersebut. Lalu, bagaimana cara Oliver bertemu dengan Nefertiti kalau Nefertiti menghindari Jerman dan juga Indonesia? Lalu, apa hubungannya dengan ibu Nefertiti?

                                                                   ***
Ini pertama kalinya saya membaca karya Kak Novellina, karena saya belum membaca buku perdananya, Fantasy. Awalnya saya mengenal buku ini karena cover-nya yang cukup mengejutkan karena baru pertama kalinya saya melihat buku berlogo Metropop dengan cover seorang ballerina (merupakan gambaran sosok Coppelia), apalagi dengan judul "Coppelia" yang sudah pasti ada unsur baletnya.

Buku Coppelia merupakan buku Metropop tertipis yang saya punyai dan saya rasa harganya tidak terlalu mengocek dompet seperti buku berlogo Metropop lainnya, dan saya rasa dengan buku setipis ini pun ada sebuah kisah yang telah diceritakan dengan baik. Dari buku ini, saya mengetahui bahwa buku terbitan Metropop tidak terbatas pada kisah romansa saja, karena buku ini membawa tema mengenai cinta yang hilang dari seorang anggota keluarga.


Buku ini menceritakan banyak unsur mengenai balet dan juga mengenai drama balet 'Coppelia'. Jika dilihat dari cover-nya, Coppelia seperti boneka (marionette) yang digerakan oleh seorang manusia. Di buku ini, dikisahkan bahwa yang menjadi Coppelia adalah Nefertiti dan manusia pengeraknya merupakan ibunya. Buku ini juga menceritakan dengan gaya alur campuran, pada awalnya menggunakan alur mundur untuk menceritakan kehidupan Nefertiti beserta keluarganya, dan pastinya ada bagian di mana Nefertiti menceritakan kisah mengenai ibunya.

Oliver dalam cerita ini juga merupakan tokoh dengan kepribadian yang sangat sweet dan loveable, coba aja kalian bayangkan mempunyai Oliver yang setia menunggu sampai bertahun-tahun untuk menemui pujaan hatinya yang bahkan sudah jarang pulang ke tanah air. Kalau bisa saya pengen banget punya material pacar yang 11 12 sama Oliver!!

Setelah membaca buku ini, seharusnya pembaca merenungkan diri mengenai orang yang kita cintai, apalagi anggota keluarga kita sendiri! Di buku ini, penulis juga mematahkan perkataan Romeo 'Apalah arti sebuah nama' karena ternyata nama Nefertiti diberikan oleh ibunya karena mengandung sebuah makna!

Di akhir cerita, barulah kita, pembaca mengetahui mengapa buku ini diberikan judul "Coppelia" dan juga don't judge a book by it synopsis! Karena itulah yang saya alami ketika membaca buku ini. Tulisan dalam buku ini juga mendukung sehingga pembaca terasa membaca buku cerita klasik.

4.2 stars out of 5 for this book. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar