Senin, 14 Desember 2015

Review Prosa Our Notebook: Peace in Mind, War at Heart Karya Pevita Pearce


Penulis: Pevita Pearce
Tebal: 134 halaman
Cetakan: September 2014 (Cetakan pertama)
Penerbit: EnterMedia
Harga: Rp. 50.000
Bonus: Picture Quote "Polaroid Theme' of Pevita Pearce
                                             ***
Sejauh ini aku menyalahkan diriku atas kehilanganmu, tetapi cinta membuatku buta. Aku rela dipukul, ditampar, dihina, dan dicaci maki.

Sudah rendah sekali derajatku sebagai wanita. Tetapi, aku merasa pantas diperlakukan seperti itu? Bodoh! Bodoh! Bodoh!

Aku tidak akan pernah lupa ketika kamu mencekik leherku dan membenturkan kepalaku ke dinding.


Kalimat ini masih menempel di ingatanku.

'Kamu wanita yang paling aku tinggikan dan kini kamu yang membuatku hancur.'

Aku hanya bisa meneteskan air mata. Aku sendiri tidak menyadari air mataku itu tidak berhenti keluar.


Aku masih bertanya, "Apakah memang aku pantas mencintai orang yang memperlakukanku seperti itu?"


Jika aku hanya kenangan, jangan kembali!

Kadang mimpi tidak berjalan seperti yang kuinginkan. Tetapi, jawaban Tuhan lebih indah dari keinginanku itu sendiri.
                                                                        ***

Buku yang cukup tipis menurut saya ini mengangkat tema mengenai perempuan. Buku yang dikemas seperti sebuah notebook (tapi menurut saya lebih mudah disebut sebagai buku diari) ini menunjukkan mengenai perasaan wanita. Mulai dari yang awalnya bahagia hingga akhirnya tersakiti. Buku ini dibagi menjadi beberapa bab dan di setiap babnya ada sub-tema. Ada beberapa cerita di dalam buku ini yang saya rasa merupakan cerita yang berasal dari salah seorang kenalan dari Pevita Pearce, karena ceritanya yang menurut saya cukup kasihan juga.

Pevita menuliskan bahwa tulisan di dalam bukunya merupakan masa lalunya. Ini juga dapat diartikan bahwa kita, terutama para wanita, harusnya menggangap apa yang terjadi di masa lalu, seburuk apapun pengaaman kita, kita harus bisa meninggalkannya. Malah, itu bisa saja menjadi pendorong bagi kehidupan kita agar tidak terjadi hal yang sama lagi.

Buku ini merupakan curahan dari kumpulan perasaan wanita yang merasa tersakiti ataupun bahagia. Ada juga satu bab yang ditulis dengan bahasa Inggris dari awal hingga akhir bab tersebut dan mengusung tema mengenai seseorang dari masa lalu yang akan selalu dikenang dan juga cerita-cerita.

Sepanjang buku ini, pesan yang didapatkan adalah bahwa kita sebagai manusia, terutama wanita, harus bisa melepaskan masa lalu dan let go. Pasti setelah kita keluar dari fase “let go” kita akan menjadi manusia-manusia yang lebih tangguh, yang tidak akan jatuh ke perangkap yang sama untuk kedua kalinya.

Satu hal yang tidak saya mengerti, kenapa hampir setiap kali saya membuka halaman, pasti akan selalu ada gambaran dari Pevita Pearce? Apa karena jika tanpa fotonya buku ini akan menjadi sangat tipis atau karena keinginan dari penerbitnya sendiri? Kertas yang digunakan juga merupakan kertas yang berkualitas bagus dan saya suka dengan kertas-kertas tersebut yang menjadi lebih berwarna.


4 stars out of 5 for this book.  


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar